Minggu, 29 Mei 2016

Awal terkenalnya nama indonesia

Jauh sebelum Proklamasi Kemerdekaan, nama Indonesia sudah berseliweran dalam berbagai aktivitas politik kaum pergerakan: rapat akbar, aksi massa, pawai, famplet, koran, pemogokan, risalah-risalah, dan lain sebagainya.

Kapan nama Indonesia pertamakali dipergunakan? Siapa sang penemunya? Dan bagaimana nama tersebut diadopsi menjadi nama sebuah nation dan negara? Mungkin diantara kita masih ada yang belum mengetahuinya. Maklum, pelajaran sejarah di sekolah-sekolah tidak begitu serius memberitahu kita.

Padahal, mengenal sejarah bangsa itu penting. Apalagi sejarah nama bangsa dan negara kita. Ingat, Pramoedya Ananta Toer, sastrawan terkemuka Indonesia yang banyak menulis novel sejarah, pernah bilang: “Kalau orang tak tahu sejarah bangsanya sendiri –tanah airnya sendiri– gampang jadi orang asing di antara bangsa sendiri.”

1. Nama “Indonesia” pertamakali muncul di tahun 1850, di sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), yang terbit di Singapura. Penemunya adalah dua orang Inggris: James Richardson Logan dan George Samuel Windsor Earl. Saat itu, nama Hindia—nama wilayah kita saat itu—sering tertukar dengan nama tempat lain. Karena itu, keduanya berpikir, daerah jajahan Belanda ini perlu diberi nama tersendiri. Earl mengusulkan dua nama: Indunesia atau Malayunesia. Earl sendiri memilih Malayunesia. Sedangkan Logan yang memilih nama Indunesia. Belakangan, Logan mengganti huruf “u” dari nama tersebut menjadi “o”. Jadilah: INDONESIA

2. Nama Indonesia kemudian dipopulerkan oleh seorang etnolog Jerman, Adolf Bastian. Dia mempopulerkan nama Indonesia melalui bukunya, Indonesien Oder Die Inseln Des Malayischen Archipelsdan Die Volkev des Ostl Asien. Bastian sendiri mengunjungi Indonesia empat kali. Di bukunya, Bastian menggunakan kata Indonesia untuk merujuk pulau besar—Jawa, Sumatera, Borneo (Kalimantan), Celebes (Sulawesi), Molukken (Maluku), Timor, hingga Flores—dan gugusan pulau-pulau yang mengitari pulau tersebut.

3. Penjajah Eropa, baik Belanda maupun Portugis, menamai negeri kita ini: India. Namun, agar tidak sama dengan nama India, maka ditambahi huruf ‘H’ di depannya menjadi: Hindia. Di bawah penjajahan Belanda, negeri kita disebut Nederlandsch-Indie, yang berarti ‘Hindia kepunyaan Belanda’. Di bawah penjajahan Portugis, namanya ‘Hindia kepunyaan Portugis’. (Pramoedya Ananta Toer, Angkatan Muda Sekarang, 1999).

4. Tahun 1913, Soewardi Soerjaningrat alias Ki Hajar Dewantara mendirikan Kantor Berita untuk bumiputera di Den Haag, belanda. Namanya: Indonesische Persbureau, disingkat IP. Saat itu Ki Hajar sedang menjalani pembuangan di negeri Belanda akibat aktivitas politiknya di tanah air.

5. Sebelumnya, di tahun 1912, Ki Hajar bersama dua kawannya, Ernest Douwes Dekker dan Tjipto Mangkukusumo, mendirikan partai politik bernama Indische Partij (IP). IP merupakan organisasi politik pertama yang terang-terangan memperjuangkan kemerdekaan Hindia—terpisah dari kolonialisme Belanda. Saat itu, IP mengusulkan agar nama negeri kita ini adalah Hindia. Slogan IP yang terkenal: Hindia untuk Hindia! Sayang, usulan IP ini kurang berterima luas di kalangan kaum pergerakan.

6. Pada bulan Februari 1922, para pelajar Indonesia di negeri Belanda sepakat mengadopsi nama Indonesia. Mereka mengubah nama organisasinya dari Indische Vereeniging menjadi Indonesische Vereeniging. Kemudian, di tahun 1924, koran organisasi ini, Hindia Poetra, berganti nama menjadi Indonesia Merdeka. Setahun kemudian, giliran namaIndonesische Vereeniging resmi diubah menjadi Perhimpunan Indonesia (PI).

7. Di tanah air, organisasi politik yang pertama sekali menggunakan nama Indonesia adalah Partai Komunis Indonesia (PKI). Itu terjadi pada tahun 1924. PKI sendiri berdiri tanggal 23 Mei 1920, dengan nama Perserikatan Komunis Hindia. Baru pada bulan Juni l924, melalui sebuah Kongres di Weltevreden, Perserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia.

8. Pada tahun 1927, Soekarno bersama Tjipto Mangunkusumo serta kawan-kawannya di Algemene Studieclub mendirikan gerakan politik nasionalis bernama Perserikatan Nasional Indonesia (PNI). Setahun kemudian, Perserikatan Nasional Indonesia berganti nama menjadi Partai Nasional Indonesia (PNI). Soekarno dan PNI punya kontribusi besar dalam mempopulerkan nama Indonesia di kalangan rakyat jelata: petani, buruh, dan kaum melarat lainnya.

9. Pada tahun 1928, Kongres Pemuda Indonesia ke-2 mengikrarkan ‘satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa: INDONESIA”. Sejak itulah Indonesia sebagai nama dari sebuah negeri yang diperjuangkan makin berterima luas di kalangan kaum pergerakan dan rakyat banyak. Dua tahun sebelumnya, Wage Rudolf Supratman menciptakan lagu berjudul “Indonees, Indonees”, yang kemudian di tahun 1944 diubah menjadi “Indonesia Raya”. Lagu itu diperdengarkan tanpa lirik oleh WR Soepratman di Kongres Pemuda Indonesia ke-2 di gedung Indonesische Clubgebouw, Jalan Kramat Raya 106, Jakarta, tahun 1928. Sejak itulah cita-cita “Indonesia Raya” bergema di hampir semua pulau-pulau sepanjang Semenanjung Malaya hingga Papua. Tahun 1937, di Malaya (sekarang Malaysia), berdiri organisasi nasional bernama Kesatuan Melayu Muda (KMM). Dalam programnya, KMM menyatakan ingin mempersatukan Malaya ke dalam satu ikatan dengan ‘Indonesia Raya’.

10. Tetapi Pramoedya Ananta Toer kurang setuju dengan nama Indonesia. Menurutnya, penggunaan nama itu kurang politis dan ahistoris. Kata Pram, Indonesia berarti kepulauan India; belum keluar dari cara kolonialis menamai negeri kita. Pram sendiri mengusulkan dua nama yang dilahirkan oleh sejarah bangsa ini, yaitu Nusantara dan Dipantara. Nusantara muncul semasa dengan Majapahit, yang berarti: kepulauan Antara (dua benua). Sedangkan Dipantara muncul di era Singasari, yang berarti: Benteng Antara (dua benua).

GNFI
@faktual

Jumat, 27 Mei 2016

(Surat Terbuka)

Dear Bu Guru Nurmayani

Kami mantan pelajar yang dulu juga pernah merasakan jeweran, cubitan, tamparan, sabetan kayu penjalin bahkan mungkin lebih dari itu.
Tapi kami sadar kalau itu kalian lakukan karna memang ada kesalahan yang kami buat dan itu hukuman agar kami sadar apa kesalahan kami.

Setelah sekarang kami lulus sekolah SD, SMP, SMU dan Kuliah. Barulah kami tau dan sadar bahwa kalian dulu memarahi kami dengan keras memang untuk kebaikan kami.

Bu... Mungkin murid zaman kami dulu Tahun 90an berbeda dengan murid zaman sekarang, yang Cengeng, Manja dan Bermental Tempe!

Mereka sekarang berani melawan, mencela, mengejek, bahkan melaporkan mu ke Polisi hanya karna masalah sepele "Dicubit". Dan itupun karna memang kesalahan mereka juga.

Apalagi mereka dilindungi para Orang Tua yang hanya membela dan memanjakan anaknya saja!

Wajarlah kalo Moral, Mental dan Akhlak pelajar Indonesia saat ini mulai rusak bu.
Seperti kasus pelajar di Medan kemarin yang berani memarahi dan mengancam Petugas Polisi yang menegurnya karna salah, tapi malah dia diangkat jadi DUTA NARKOBA.
Aneh yaa bu negeri kita???
`
Bu Maya...
Yang sabar yaa, semoga dibalik kejadian ini ada hikmahnya dari Allah untuk Ibu.

Walaupun kami tidak kenal langsung dengan Ibu, tapi kami sangat bisa merasakan sakitnya hati Ibu dibuat murid dan orang tua murid yang Ibu didik seperti ini.

Tetap Semangat mendidik anak-anak Indonesia yah Bu...
Kami Generasi Muda Islam mendukung mu Bu Nurmayani... 🙏😊😇
`
Teman-teman yang mendukung Bu Guru Nurmayani bantu repost postingan dan surat terbuka ini yah.
Semoga bisa sampai dan dibaca Bu Nurmayani, biar beliau tetap SEMANGAT!! 🙌🙌

fb
@faktual
Artis Irena Justine Meninggal Saat "Shooting" Layar Kaca

Artis peran Irena Justine dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (26/5/2016) malam. Pesinetron Ganteng Ganteng Serigala ini terkena serangan jantung saat shooting kuis Baper RCTI.

"Meninggalnya karenan serangan jantung. Kemarin ada tapping acara Baper di studio RCTI. Dari keterangan saksi yang ada di situ, ada game-game gitu, mungkin karena tegang atau apa dia jatuh kayak pohon tumbang. Jatuhnya ke depan," ungkap Diffa, salah seorang kerabat yang menemani Irene malam tadi, saat dihubungi wartawan, Jumat (27/5/2016).

Diffa mengungkap bahwa malam itu Irene sedang menjalani shooting untuk kuis Baper yang dipandu oleh Denny Cagur.

Namun, Irene tiba-tiba pingsan dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

"Tapping-nya pukul 16.00, pukul 17.00 kalau enggak salah. Karena saya dapat kabar pukul 18.00. Saya dikasih tahu sama agency talent. Dibawa ke Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk, saya langsung ke sana," jelasnya.

Sesampainya di rumah sakit, ibu satu anak ini sempat ditolong dan diberikan pemacu jantung hingga akhirnya dokter menyatakan Irene meninggal pada pukul 22.00 WIB.

"Begitu saya sampai ke Siloam belum ada kabar dari dokter dia meninggal. Dokter yang menerima di emergency bilang sudah enggak ada, tapi dokter yang satu lagi bilang kita masih usahakan dipacu jantung," ujarnya.

"Ditembak alat pacu jantung, disuntik, dipasang alat-alat, itu detak jantungnya masih ada tapi lemah, naik turun, naik turun. Dinyatakan meninggal pukul 22.00 WIB."

"Di rumah sakit dia bilang minta maaf, karena sudah enggak bisa dipertahankan lagi katanya. Petugas medisnya datang, 'Bu saya lepas ya. Saya tanya ikhlas tante?', 'Iya saya ikhlas'. Akhirnya dilepas alat-alatnya," imbuh Diffa.

Irena Justine lahir di Bandung, 15 Juni 1993. Dia kali pertama menjalani debut akting dengan bermain dalam sinetron Cinta Fitri.

Setelah beberapa kali membintangi sinetron dan layar FTV, ia akhirnya mulai dikenal saat bermain sinetron Nada Cinta yang bercerita tentang remaja masa kini dengan seluruh konfilk yang terjadi didalamnya.

Pada sinetron tersebut Irena mendapatkan peran sebagai Flora Cantika.

Irena meninggal di usia 22 tahun. Ia meninggalkan satu orang anak yang masih berusia satu setengah tahun.

Kompas
@faktual

Rabu, 25 Mei 2016

SAMARINDA

Kamis, 26 Mei 2016 11:02

MAMPUS KAMU..!! Pria Bertato Ini Komplotan Jambret, Berhasil Dibekuk, Temannya Nyebur Sungai

HANYA PASRAH: Zidan diamankan petugas Resmob Detasemen B Pelopor Polda Kaltim bersama anggota Unit Reskrim Polsekta Samarinda Utara.
SAMARINDA – Empat mobil berkaca gelap mengagetkan warga di Jalan S Parman, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang. Mobil berisi anggota Resmob Detasemen B Pelopor Polda Kaltim dan Unit…